Description
Telinga yang Tidak Dijual di Pasar Saham merupakan kumpulan puisi reflektif yang mengangkat suara-suara yang sering terpinggirkan di tengah kehidupan modern. Melalui bahasa puitis yang kaya metafora, buku ini menyoroti berbagai persoalan sosial, seperti ketimpangan, dunia kerja, kemanusiaan, identitas, serta perjuangan perempuan dalam menghadapi tuntutan budaya, ekonomi, dan kekuasaan.
Setiap puisi mengajak pembaca memikirkan nilai-nilai yang tidak dapat diperjualbelikan—empati, keberanian, martabat, dan harapan—di tengah dunia yang sering mengukur segala sesuatu dengan keuntungan dan angka. Dengan gaya yang penting sekaligus menyentuh, buku ini menjadi ruang perenungan tentang makna menjadi manusia yang tetap mampu mendengar suara hati, menjaga nurani, dan memperjuangkan kemanusiaan di tengah perubahan zaman.


Reviews
There are no reviews yet.