Description
Pernahkah kamu berdiri di tengah padang stepa yang luas? Rerumputan kuning mengering, ditemani angin sejuk dan temaram senja yang memikat mata. Indah. Nyaman. Tapi tahukah kamu, stepa yang indah itu sesungguhnya menyimpan bahaya, hanya butuh satu percikan kecil untuk menjadi lautan api.
Hidup kita sering kali seperti stepa itu. Terlihat indah, terasa nyaman, sementara kekeringan terus merayap diam-diam di baliknya.
Baitullah adalah telaga yang menyimpan air dan kesejukan yang begitu dibutuhkan oleh kehidupan yang perlahan mengering itu. Dan buku ini hanyalah cangkir kecil, yang mudah-mudahan bisa menciduk sedikit demi sedikit darinya, cukup untuk membasahi kembali hidup kita.
Sebab Baitullah tidak hanya menerima tamu yang datang untuk beribadah. Ia juga mengajari, satu demi satu, tentang penyerahan diri, kejujuran yang tak bisa lagi disembunyikan, dan arah yang ternyata perlu diluruskan kembali.
Buku ini bukan panduan ibadah, bukan pula pedoman perjalanan. Ia teman bagi batin, untukmu yang sebentar lagi berangkat, untukmu yang pernah pulang membawa rasa yang sulit dijelaskan, dan untukmu yang bahkan belum tahu kapan panggilan itu akan tiba.
Karena pada akhirnya, ini bukan sekadar cerita tentang perjalanan ke Tanah Haram, ini tentang perjalanan pulang. Ke makna. Ke diri. Ke Rumah yang sesungguhnya.


Reviews
There are no reviews yet.